Sumber :
| Rabu, 12 Februari 2014 08:37
Merdeka.com - Setelah sempat belajar film di Amerika Serikat, Gandhi Fernando memiliki visi dan misi besar untuk meningkatkan kualitas perfilman Tanah Air. Dia ingin menjadikan perfilman Indonesia menjadi komoditi pendapatan bagi negara.
"Gue pengen menjadikan film Indonesia menjadi komoditi pendapatan negara seperti di Amerika Serikat. Banyak banget yang mau gue share. Di sana tuh saling mendukung. Media dan dunia broadcasting, dan penonton sangat mendukung film mereka," ungkap Gandhi saat ditemui di Amaya Indian Cuisine, Jalan Veteran 1, Jakarta Pusat, Senin (10/2).
"Kalau di sini film Indonesia gue lihat kurang ada dukungan. Penonton lebih banyak tertarik nonton Hollywood. Karena penonton kadang ngelihat film Indonesia hanya horor dan sex. Padahal masih banyak film Indonesia yang bagus untuk ditonton," lanjutnya.
Selain itu, Gandhi ingin juga menjadikan profesi dalam dunia hiburan, seperti pemain, produser, sutradara, menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Salah satunya dengan cara memberikan jam kerja bagi mereka.
"Terus jam kerja di sana sangat manusiawi. Kerja cuma 8 jam, lebih dari jam ya lu dibayar. Ga perlu kerja 24 jam. Kalau di sana kerja di dunia hiburan sudah aman banget, dapet asuransi dan ada pensiunan. Kalau di sini mah kan enggak. Kalau udah nggak di dunia hiburan larinya ke bisnis. Itu karena di sana semua pihak mendukung dunia hiburan.Itu sih salah satunya," terangnya.
Untuk hal ini, Gandhi telah menerapkannya dalam proses pembuatan film The Right One di mana dirinya menjadi Produser sekaligus pemain."Gue menerapkan itu di lokasi. Tapi memang ga 8 jam. Tapi paling cuma 10 jam dan itupun ada breaknya," tandasnya.
(kpl/pur/dar)